Analisis Pembelajaran Dosen Yang Dikaitkan Dengan Teori Behaviorisme Skinner

Nama : Aryadi Suherman
NPM :10523201
Kelas : 2PA25

Kasus
Seorang dosen berinisial JB menjadi marah saat jam pelajaran berlangsung. Hal itu disebabkan karena ada seorang mahasiswi yang meminta izin untuk mematikan lampu kepada dosen JB karena ada mahasiswa yang tidak kelihatan materi yang sedang diajarkan oleh dosen JB di papan tulis, mahasiswa tersebut duduk di kursi paling belakang. Lalu, dosen JB tidak mengijinkan untuk mematikan lampu dan menyuruh mahasiswa yang duduk di kursi paling belakang untuk menempati kursi paling depan dengan amarah. Dengan emosi marah dosen JB ingin untuk pertemuan selanjutnya, mahasiswa/mahasiswi menempati kursi paling depan terlebih dahulu. 

Kaitannya dengan Teori Behaviorisme Skinner 
1. Hukuman Positif (Positive Punishment)

Dosen JB menunjukkan emosi marah dan secara langsung memaksa mahasiswa pindah ke kursi depan. Ini adalah contoh hukuman positif, yaitu memberikan konsekuensi yang tidak menyenangkan untuk mengurangi perilaku yang tidak diinginkan (meminta izin mematikan lampu). Tujuannya adalah untuk mengurangi kemungkinan mahasiswa meminta izin untuk mematikan lampu di masa depan.


2. Penguatan Negatif (Negative Reinforcement)

Setelah marah, dosen JB membuat aturan bahwa pada pertemuan selanjutnya, seluruh mahasiswa/mahasiswi harus mengisi kursi paling depan terlebih dahulu. Ini merupakan bentuk penguatan negatif, karena seluruh mahasiswa/mahasiswi harus mengikuti aturan baru untuk menghindari konsekuensi buruk (kemarahan dosen). Tujuannya adalah sebagai pendorong mahasiswa/mahasiswi untuk langsung duduk di depan agar tidak ditegur lagi. 

Kesimpulan
Dosen JB menerapkan hukuman positif dengan menunjukkan kemarahan dan memaksa mahasiswa pindah tempat untuk menekan perilaku yang tidak diinginkan, yaitu meminta izin mematikan lampu. Selain itu, ia juga menerapkan penguatan negatif dengan menetapkan aturan baru agar mahasiswa langsung duduk di kursi depan pada pertemuan selanjutnya, sehingga mereka dapat menghindari konsekuensi buruk seperti teguran atau dimarahi. Hal ini mencerminkan teori Skinner, di mana perilaku dipelajari berdasarkan konsekuensi yang diberikan, baik dalam bentuk hukuman maupun penguatan.






Komentar